Kamis, 28 November 2019

RESENSI BUKU

BERBAGI PERAN PERDAMAIAN


Nama : Assya Nurlansa
Kelas  : PAI B
NIM    : 11901178

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatu ...
Pada blog kali ini saya akan meresensi buku yang berjudul "Berbagi Peran Perdamaian" yang ditulis oleh Eka Hendry A R.


Identitas Buku

Judul       : Berbagi Peran Perdamaian
Penulis   : Eka Hendry A R.
Editor     : Suhardiman
Desain Sampul & Tata Letak: Setia Purwadi
Diterbitkan Oleh : IAIN Pontianak Press Jl.Soeprapto No. 19 Pontianak 78121
Cetakan Pertama : April 2016
ISBN : 978-602-0868-69-1
Tebal Halaman : 16 x 24 cm
Halaman Buku : 202 halaman<


Buku ini merupakan kumpulan dari berbagai makalah yang pernah dipresentasikan penulis dengan berbagai kesempatan ,terutama terkait dengan kegiatan-kegiatan bertajuk perdamaian. Penulis berupaya menyentuh semua ranah kehidupan ,mulai dari agama, politik, kebudayaan, dunia perempuan, pemerintahan, pelajar dan pemuda.


Isi Buku

Kesimpulan dari perspektif pertama adalah konflik antar agama tidak selalu timbul karena perbedaan agama ,akan tetapi disebabkan oleh faktor non-agama. Faktor integrasi secara potensial ada dalam kebudayaan masyarakat dan sebenarnya ada dalam agama itu sendiri,seperti yang ditemukan oleh riset Mohammad Sabri (dalam Syamsul Arifin, 2008:66) .Dengan demikian diperlukannya upaya untuk menumbuh kembangkan kedua potensi tersebut yaitu; rasa kesamaan kebudayaan dan titik pertemuan agama agama yang secara potensial ada dalam setiap agama ](dimensi perennialis agama). Sebagaimana dikutip oleh Y. Glock dan Robert Stark (dalam M. Saeroz ,2006:32) faktor ini disebut dengan the prime force in the creation and maintanance of social integration ,yaitu agama dipandang memiliki kekuatan utama untuk menciptakan dan mempertahankan integrasi sosial.

Tentang politik minoritas dan mayoritas berpeluang untuk menimbulkan segregasi dalam masyarakat berdasarkan agama. 

Kerangka kedua adalah konflik sosial yaitu konflik terjadi manakala persaingan dan kompetensi untu mencapai tujuan tidak memperoleh kanalisasi sebagaimana mestinya,sehingga menimbulkan ketidakpuasan antara satu dengan lainnya. Dalam konflik senantiasat terjadi benturan kepentingan ,kemudian ada pihak yang sengaja memanfaatkan konflik untuk mempertahankan status quo, diskriminasi dan hegemoni atau memdorong proses perubahan sosial.

Dunia perempuan pertama-tama perempuan harus dipandang sebagai salah satu agent utama dalam proses mewujudkan perdamaian. Bukan jangan hanya dipandang sebagai kelompok yang paling rawan konflik namun perempuan juga bisa berkiprah banyak dalam upaya mewujudkan perdamaian. Sebenarnya kaum perempuan dalam mengambil peran yang signifikan dalam memdorong terwujudnya perdamaian dalam konteks yang lebih kecil Kalimantan Barat ,peran tersebut juga relevan dikembangkan.

Nilai yang tidak kalah penting dari implementasi kehidupan berdemokrasi secara substansial adalah aspek pewarisan nilai kepada generasi setelah kita. Generasi kita harus belajar dari kehidupan berdemokrasi yang benar agar mereka tidak mewarisi sesuatu yang keliru dan kemudian mengulangi kesalahan serupa dimasa depan. Kita tidak memperlihatkan politik yang berbudaya tinggi, hubungan sosial yang mencerminkan nilai- nilai multikural (equality dan toleransi) serta sikap beragama yang saling menghormati dan toleran.





Kesimpulan 

...meskipun kita mengidealkan atau memimpikan perdamaian,namun kita juga harus realistik dan konflik yang bakal kita hadapi. Oleh karenanya, bagaimana kita memiliki kesiapan diri dalam menghadapi kenyataan-kenyataan yang tidak selalu ideal. Kesimpulan sederhanyanya, biarkan saja cita-cita akan perdamaian tumbuh bertunas dam berkembang dalam setiap diti kita, namum diwaktu yang bersamaan kita juga harus membiasakan diri berpikir positif terhadap konflik (baik itu kekerasan maupun tidak yang pasti bakal terjadi)

Dengan kata lain, kita tidak sedang menyiapkan satu generasi yang mapan dengan cita-cita perdamaiannya, akan tetapi kita juga sedang mempersiapkan generasi anti kemapanan yang tahu bagaimana caranya menghadapi dan mengelola gelombang konflik yang bakal terjadi.


Kelebihan dan Kekurangan Buku 

Menurut saya kelebihan buku ini terdapat banyak sekali wawasan yang luas tentang dunia dan juga menceritakan bagaimana konflik menuju perdamaian yang terjadi dikalbar maupun di negara  lain sedangkan kekurangannya saya melihat ada beberapa kalimat yang hurufnya masih kurang serta pada penggunaan kata yang membuat saya harus menerjemahkan dalam bahasa indonesia lagi.


Sekian dari saya mohon dimaafkan karena banyaknya kekurangan dari resensi saya dan terima kasih juga karna telah menyempatkan waktu untuk membaca blog saya..komentar jangan lupa agar saya bisa memperbaiki yang salah. Sekian dari saya 
Wassalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  NAMA             :   Assya Nurlansa NIM                 : 11901178 KELAS            : PAI 4 B MAKUL          : Magang 1 (Laporan Bacaan/p1...