PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM
(Sebuah Perbandingan dalam Konsep Teori Pendidikan Islam dan Barat)
Nama : Assya Nurlansa
NIM :1901178
Kelas : PAI4B
Makul : 1
Hallo guys
Apa kabar kalian?
Kembali lagi pada blog kali ini saya akan melaporkan hasil bacaan yang telah saya baca pada minggu ini yang berjudul " PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM" (Sebuah Perbandingan dalam Konsep Teori Pendidikan Islam dan Barat) Oleh Nurjannah Rianie.
Dan kalian bisa lihat langsung dari link jurnal dibawah ini
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://core.ac.uk/download/pdf/327227722.pdf&ved=2ahUKEwjB3aqc-YvwAhVHzzgGHSylBAIQFjAAegQIBhAC&usg=AOvVaw0YhrsEb2en1KGcAzfZRvaD
Pertama, disini saya akan memberikan sedikit pengertian tentang pendidikan islam terlebih dahulu. Pendidikan islam yaitu sebuah sistem adalah suatu kegiatan yang didalamnya mencakup aspek tujuan, kurikulum, guru, metode, pendekatan, sarana prasarana, lingkungan, adminstrasi, dan sebagainya yang antara satu dan lainnya saling berkaitan dan membentuk suatu sistem. Dalam pendidikan islam pendidikan dan metode adalah hal yang terpenting. Bahkan dengan adanya dua hal ini pengajar dapat menyalurkan ilmu kepada peserta didik, terlebih lagi keutamaan dengan adanya metode memudahkan para peserta didik dengan mudah memahami jika dibandingkan dengan materi. Makanga ada sebuah adigum yang mengatakan bahwa ‘al-Thariqat Ahamm Min al-Maddah’ (metode jauh lebih penting dibanding materi).
Didalam penerapan dan metode pembelajaran yang tepat sangatlah mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Pendekatan dan metode yang tidak tepat akan berakibat pada peserta didik karena ini berpengaruh pada pemahaman mereka akan materi yang diberikan. Kita bise melihat sebuah kenyataan bahwa cara penyampaian yang komunikatif lebih efektif atau bisa dikatakan berhasil dan disenangi oleh peserta didik walaupun sebenarnya materi yang disampaikan sebenarnya tidak terlalu menarik. Sebaliknya juga jika sebagus apapun materi yang akan kita berikan kepada peserta didik kalau cara ataupun metodenya kurang tepat maka semua itu tidak akan bisa dicerna oleh peserta didik, dan itu akan mengahasilkan pembelajaran yang percuma karena hanya dilakukan sepihak.
Lanjut pada bahasan berikutnya yaitu kita akan membahas lebih dalam lagi tentang pengertian pendekatan dan metode dalam pendidikan pertama kita akan membahas pengertia pendekatan terlebih dahulu.
Pengertian pendekatan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendekatan merupakan proses perbuatan, cara mendekati ataupun dalam artian lain yaitu usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian. Sedangkan dalam bahasa inggris pendekatan diistilahkan dengan “approach" .
Dan pengertian pendekatan menurut para ahli. Salah satunya Menurut Ramayulis dan Samsul Nizar (2009:209) mengemukan, pendekatan (approach) merupakan pandangan falsafi terhadap subjec-matter yang harus diajarkan dan selanjutnya melahirkan metode belajar. Bila dikaitkan dengan pendidikan, pendekatan berarti serangkaian asumsi mengenai hakikat pendidikan Islam dan pengajaran agama Islam serta belajar agama Islam. Dan dapat disimpulkan bahwa pendekatan merupakan proses kegiatan yang dilakukan dalam hal mendekati sesuatu.
Jika dikaitkan dengan pendekatan pendidikan berarti suatu proses kegiatan, perbuatan, dan cara mendekati bidang pendidikan sehingga mempermudah pelaksanaan kegiatan pendidikan tersebut. Jika dalam kegiatan pendidikan, metode berfungsi sebagai cara mendidik, maka pendekatan berfungsi sebagai alat bantu agar penggunaan metode tersebut mengalami kemudahan dan keberhasilan. Jadi yang bisa dipahami disini adalah metode dan pendekatan sangatlah berperan penting dalam dunia pendidikan karena dengan adanya cara dan alat bantu menjadikan proses belajar mengajar ditambah lagi dengan sarana dan prasarana yang memadai memudahkan pendidik dan peserta didik bisa mencapai tujuan dalam pembelajaran yaitu mencerdaskan generasi anak bangsa dan berakhlak mulia.
Lanjut dengan pengertian metode. Ternyata kata metode berasal dari Yunani Kata metode atau metoda berasal dari bahasa Greek (Yunani). Dan secara etimologi, kata metode berasal dari dua suku perkataan yaitu metha dan hodos. Metha berarti melalui atau melewati, dan hodos berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu.
Dalam bahasa Arab metode dijabarkan dalam berbagai kata. Terkadang digunakan kata al-thariqah, Manhaj, dan al- Wasilah. Al-thariqah berarti jalan, Manhaj berarti sistem, dan al-Wasilah berarti perantara atau mediator. Jika metode dikaitkan dengan pendidikan agama islam dapat memberikan efek tersendiri dapat membawa sebagai jalan untuk menanamkan pengetahuan agama pada diri seseorang peserta didik sehingga dapat terlihat dalam pribadi masing-masing, yaitu pribadi Islami. Sedangkan metode pendidikan agama islam adalah bagaimana cara kita bisa memahami ajaran agama islam. Terlebih zaman semakin modern dan membuat seiring waktu pendidikan agama dikesampingkan padahal dengan adanya pendidikan agama islam dengan menggunakan metode yang baik akan mengembangkan ajaran islam.
Ada beberapa jenis metode dan pendekatan dalam pendidikan, seperti :
- Pendekatan Filosofis
- Pendekatan Induksi-Deduksi
- Pendekatan Sosio-Kultural
- Pendekatan Fungsional
- Pendekatan Emosional
Pada pendekatan filosofis bisa disimpulkan sebagai sumber yang didasari oleh Al-Qur'an dan As-sunnah. Dan ini merupakan dasar dari sebuah pendekatan. Berbanding terbalik dengan keadaan dibarat karena landasan itu didasarkan pemikiran dari seorang ahli, hasil penelitian, bahkan lainnya. Dalam proses ngajar mengajar pendekatan filosofis sumber dari Al-Qur'an telah banyak memberikan penjelasan berupa hal atau peristiwa kecil maupun peristiwa besar. Seperti pengajaran yang bisa diterapkan adalah bagaimana proses terjadinya manusia, Bagaimana kejadian alam semesta, tumbuhan, binatang dan makhluk hidup lainnya. Dan terjadilah interaksi antar pendidik dam peserta didik dan ini juga bertujuan agar peserta didik dapat mengoptimalkan pemikirannya sehingga nantinya peserta didik akan terbiasa berfikir secara kritis dan bisa memanfaatkannya sepanjang waktu jika telah terbiasa.
Pendekatan induksi-dedukasi , terbagi menjadi dua bahasa mari kita bahas induksi terlebih dahulu. Induksi adalah suatu pendekatan yang menentukan kaidah umum berdasarkan kaidah-kaidah khusus. Sedangkan dedukasi adalah perbandingan terbalik dengan induksi yaitu pendekatan yang cara berfikir analisa ilmiah yang bergerak dari hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus. Pendekatan deduksi ini paling banyak dipakai dalam logika klasik Aristoteles yaitu dalam bentuk sylogisme yang menarik simpulan. Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membuat peserta didik bisa mengambil simpulan bukan hanya secara umum tapi juga secara khusus.
- Ketiga, pendekatan sosio-kultural, pendekatan ini berpusat pada pandangan bahwasanya manusia itu adalah makhluk sosial yang beragam kebudayaannya. Seperti yang kita ketahui manusia tidak bisa hidul sendirian karena manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendirian dan membutuhkan bantuan manusia lainnya. Nah pendekatan ini bisa dibilang telat untuk peserta didik untuk meningkatkan sifat kebersamaannya dengan yang lain bahkan juga dengan lingkungan.
- Keempat ada pendekatan fungsional. Tentunya dilihat dari sisi fungsinya, yaitu kaitannya dengan pendidikan Islam adalah “penyajian materi pendidikan Islam dengan penekanan pada segi kemanfaatannya bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari”.
- Terakhir, pendekatan emosional yang merupakan bagian penting dalam sisi pembelajaran sebab dengan adanya rasa emosional akan memberikan sentuhan rohani kepada peserta didik yang akan berpengaruh dan memacu rasa semangat dalam belajar maupun dalam beribadah. Dapat dipastikan bahwa ketika kita memiliki emosi dan emosi itu selalu berhubungan dengan perasaan, jika disentuh perasaannya, secara tak langsung emosinya juga akan tersentuh.
Saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang pendekatan emosional ini. Dulu ketika saya masih berada dibangku SMA alhamdulillah saya mengikuti salah satu organisasi sekolah yang dikenal dengan Rohis (Rohani Islami). Kemudian setelah ikut gabung dengan peserta lainnya ternyata dirohis tersebut memiliki agenda khusus tahunan. Apakah itu? Yaa.. Agenda tahunan itu bernama " Takafur Alam" yang banyak sekali menarik minat para siswa-siswi disekolah tersebut. Merasa orang yang sangat beruntung dapat bergabung dalam rohis saya bersama teman memutuskan untuk join . Awalnya kami tidak tahu kalau tujuan kami dipesisir pantai dan saya mengira ini hanya liburan semata. Ternyata perkiraan itu berbanding terbalik dengan kenyataannya. Dalam kegiatan 3 hari 2 malam tersebut kami disungguhkan dengan pemandangan pantai, bukit serta lautan yang begitu luas dan itu membuat saya kepikiran betapa besarnya kuasa-mu Ya Rabb..
Pengalaman pertama kali yang berkesan ketika kami melakukan sholat berjamaah ditepi pantai. Dengan cuaca yang medukung ditambah angin yang sepai-sepoi diiringi dengan suara gelombang yang kecil membuat saya terharu dan menangis, sadar betapa nikmatnya beribadah dihadapan Allah dengan beradai dialam yang terbuka. Terlebih lagi kami juga sempat menaiki bukit dan kebetulan waktu itu masih tengah malam. Terbayang masih gelap gulita menaiki bukit tapi ketika berada disana semua rasa itu terbalaskan. Sesampainya kami hampir berada dipuncak bertepatan dengan waktu subuh. Dan kami memutuskan melaksanakan sholat subuh disana dan lagi kami terharu akan Kuasa Allah yang begitu luar biasa dan perasaan ini sungguh sangat menyentuh sehingga secara tidak langsung rasa emosional dalam keadaan itu hadir. Ditambah lagi ceramah yang diberikan oleh para mentor dan senior membuat keadaan menjadi semakin emosional. Banyak hal yang bisa diambil dari pengalaman tersebut yang tetap saya ingat adalah semua makhluk menyembah Allah dan kita sebagai makhluk yang diciptakan dalam keadaan yang sempurna dibandingkan yang lain, apakah masih bisa meninggalkan kewajiban shalat padahal manusia yang telah meninggal saja ingin dihidupkan kembali agar bisa menyembah/sujud kepada Allah. Sungguh pembelajaran ini sangat berharga teringat dengan pendekatan emosional tersebut dengan memanfaatkan keadaan secara tak langsung membuahkan sebuatmh emosional rohani yang membuat kita sadar dan memacu diri agar menjadi hamba yang bertakwa.
Jenis Metode Pendidikan
Dalam dunia barat banyak sekali metode yang berkembang seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, sosio drama, bermain peran, pemberian tugas dan sebagainya. Langsung saja kita kependapat para ahli, salah satunya dari Abdurrahman Saleh Abdullah (2005:205-220) yang mengemukakan beberapa metode pendidikan, yaitu:
- Metode cerita atau berceramah, seperti yang kita ketahui metode ini sering sekali dijadikan cara efektif yang dilakukan pendidik untuk menyampaikan pesan dalam suatu pembelajaran. Dengan cara penyampaian melalui lisan yang bisa berupa penjelasan, rangkuman bahkan sampai kisah peristiwa penting. Menurut saya tujuan dari metode ini adalah terjadinya timbal balik (feedback) antara pendidik dan peserta didik dikarenakan proses mengajar yang terjadi secara langsung. Terlebih bagi peserta didik yang dominan memiliki pemahaman dalam suatu pembelajaran melalui indra pendengaran, dalam teori The Cone Of Learning kemampuan mendengar memiliki persentase 20%. Bisa jadi peserta didik lebih paham jika dijelaskan secara langsung daripada membaca suatu materi yang hanya 10% persentase pemahamannya dan menjadikan ini termasuk salah satu metode yang efektif.
- Metode Diskusi, yaitu suatu sistem pembelajaran yang dilakukan dengan cara berdiskusi. Dalam metode ini pertanyaan yang diberikan mengandung suatu masalah atau berupa pertanyaan dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar jawaban belaka bahkan dalam diskusi tak jarang terjadi debat antara si penanya dan sipenjawab.
- Metode Tanya jawab dan Dialog, yaitu penyampaian pembelajaran yaitu dengan pendidik mengajukan suatu pertanyaan dan peserta didik menjawabnya atau berdialog dengan cara saling bertukar fikiran.
- Metode Perumpamaan atau Metafora. Yaitu suatu penjelasan yang bersifat abstrak dan dijelaskan berupa contoh ataupun gambaran yang jelas sehingga peserta didik bisa memahami dengan jelas maksud dari suatu perumpamaan tersebut.
- Metode hukuman atau ganjaran, metode terakhir ini sebenarnya memiliki efek yang memberikan sisi baik dan buruknya. Efek baiknya dari adanya hukuman ini adalah adanya rasa jera kepada peserta didik sehingga mereka tidak mau melakukan kesalahan lagi. Sedangkan efek buruknya bisa saja memberikan efek takut bahkan trauma. Yang harus diperhatikan dalam metode ini adalah hukuman adalah metode kuratif artinya tujuan hukuman untuk memperbaiki peserta didik dan bukan untuk balas dendam, hukuman digunakan apabila metode yang lainnya telah diterapkan tapi tidak berhasil, sebelum dijatuhi hukuman peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya, hukuman yang dijatuhkan kepada peserta didik, hendaknya dapat dimengerti oleh peserta didik, sehingga ia sadar akan kesalahannya.
Sedangkan menurut teori dibarat saya mengambil dari penjelasan Froebel melalui aliran pendidikannya “Froebelianisme” menyatakan metode pendidikan yang terdiri atas lima langkah formal dalam pendidikan, yaitu:
- Pengarahan kegiatan sendiri.
- Permainan sebagai pernyataan diri (self expression).
- Menggambar
- Ritme dan kegiatan-kegiatan yang bersifat penghalusan.
Sekian laporan bacaan saya semoga yang melihat dan membacanya mendapatkan manfaat serta berkah. Sekian dari saya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh