Senin, 19 April 2021

PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM

PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM

(Sebuah Perbandingan dalam Konsep Teori Pendidikan Islam dan Barat)

Nama : Assya Nurlansa 
NIM :1901178
Kelas : PAI4B
Makul :  1 

Hallo guys

Apa kabar kalian? 

Kembali lagi pada blog kali ini saya akan melaporkan hasil bacaan yang telah saya baca pada minggu ini yang berjudul               " PENDEKATAN DAN METODE PENDIDIKAN ISLAM" (Sebuah Perbandingan dalam Konsep Teori Pendidikan Islam dan Barat) Oleh Nurjannah Rianie. 

Dan kalian bisa lihat langsung  dari link jurnal dibawah ini

https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=https://core.ac.uk/download/pdf/327227722.pdf&ved=2ahUKEwjB3aqc-YvwAhVHzzgGHSylBAIQFjAAegQIBhAC&usg=AOvVaw0YhrsEb2en1KGcAzfZRvaD

Pertama,  disini saya akan memberikan sedikit pengertian tentang pendidikan islam terlebih dahulu. Pendidikan islam yaitu sebuah sistem adalah suatu kegiatan yang didalamnya mencakup aspek tujuan, kurikulum, guru, metode, pendekatan, sarana prasarana, lingkungan, adminstrasi, dan sebagainya yang antara satu dan lainnya saling berkaitan dan membentuk suatu sistem. Dalam pendidikan islam pendidikan dan metode adalah hal yang terpenting. Bahkan dengan adanya dua hal ini pengajar dapat menyalurkan ilmu kepada peserta didik, terlebih lagi keutamaan dengan adanya metode memudahkan para peserta didik dengan mudah memahami  jika dibandingkan dengan materi. Makanga ada sebuah adigum yang mengatakan bahwa ‘al-Thariqat Ahamm Min al-Maddah’ (metode jauh lebih penting dibanding materi).

Didalam penerapan dan metode pembelajaran yang tepat sangatlah mempengaruhi pencapaian keberhasilan dalam proses belajar mengajar. Pendekatan dan metode yang tidak tepat akan berakibat pada peserta didik karena ini berpengaruh pada pemahaman mereka akan materi yang diberikan. Kita bise melihat sebuah kenyataan  bahwa cara penyampaian yang komunikatif lebih efektif atau bisa dikatakan berhasil dan  disenangi oleh peserta didik walaupun sebenarnya materi yang disampaikan sebenarnya tidak terlalu menarik. Sebaliknya juga jika sebagus apapun materi yang akan kita berikan kepada peserta didik kalau cara ataupun metodenya kurang tepat  maka semua itu tidak akan bisa dicerna oleh peserta didik, dan itu akan mengahasilkan pembelajaran yang percuma karena hanya dilakukan sepihak. 

Lanjut pada bahasan berikutnya yaitu kita akan membahas lebih dalam lagi tentang pengertian pendekatan dan metode dalam pendidikan pertama kita akan membahas pengertia pendekatan terlebih dahulu. 

Pengertian pendekatan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendekatan merupakan  proses perbuatan, cara mendekati ataupun dalam artian lain yaitu usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti metode-metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian. Sedangkan dalam bahasa inggris pendekatan diistilahkan dengan “approach" .

Dan pengertian pendekatan  menurut para ahli.  Salah satunya Menurut Ramayulis dan Samsul Nizar (2009:209) mengemukan, pendekatan (approach) merupakan pandangan falsafi terhadap subjec-matter yang harus diajarkan dan selanjutnya melahirkan metode belajar. Bila dikaitkan dengan pendidikan, pendekatan berarti serangkaian asumsi mengenai hakikat pendidikan Islam dan pengajaran agama Islam serta belajar agama Islam. Dan dapat disimpulkan bahwa pendekatan merupakan proses kegiatan yang dilakukan dalam hal mendekati sesuatu.

 Jika dikaitkan dengan pendekatan pendidikan berarti suatu proses kegiatan, perbuatan, dan cara mendekati bidang pendidikan sehingga mempermudah pelaksanaan kegiatan pendidikan tersebut. Jika dalam kegiatan pendidikan, metode berfungsi sebagai cara mendidik, maka pendekatan berfungsi sebagai alat bantu agar penggunaan metode tersebut mengalami kemudahan dan keberhasilan. Jadi yang bisa dipahami disini adalah metode dan pendekatan  sangatlah berperan penting dalam dunia pendidikan karena dengan adanya cara dan  alat bantu menjadikan proses belajar mengajar ditambah lagi dengan sarana dan prasarana yang memadai memudahkan pendidik dan peserta didik bisa mencapai tujuan dalam pembelajaran yaitu mencerdaskan generasi anak bangsa dan berakhlak mulia. 

Lanjut dengan pengertian metode. Ternyata kata metode berasal dari Yunani Kata metode atau metoda berasal dari bahasa Greek (Yunani). Dan secara etimologi, kata metode berasal dari dua suku perkataan yaitu metha dan hodos. Metha berarti melalui atau melewati, dan hodos berarti jalan atau cara yang harus dilalui untuk mencapai tujuan tertentu.

Dalam bahasa Arab metode dijabarkan dalam berbagai kata. Terkadang digunakan kata al-thariqah, Manhaj, dan al- Wasilah. Al-thariqah berarti jalan, Manhaj berarti sistem, dan al-Wasilah berarti perantara atau mediator. Jika metode dikaitkan dengan pendidikan agama islam dapat memberikan efek tersendiri dapat membawa  sebagai jalan untuk menanamkan pengetahuan agama pada diri seseorang peserta didik sehingga dapat terlihat dalam pribadi masing-masing, yaitu pribadi Islami. Sedangkan metode pendidikan agama islam adalah bagaimana cara kita bisa memahami ajaran agama islam. Terlebih zaman semakin modern dan membuat seiring waktu pendidikan agama dikesampingkan padahal dengan adanya pendidikan agama islam dengan menggunakan metode yang baik akan mengembangkan ajaran islam.

Ada beberapa jenis metode dan pendekatan dalam pendidikan, seperti :

  • Pendekatan Filosofis
  • Pendekatan Induksi-Deduksi
  • Pendekatan Sosio-Kultural
  • Pendekatan Fungsional 
  • Pendekatan Emosional 

Pada pendekatan filosofis bisa disimpulkan sebagai sumber yang didasari oleh Al-Qur'an dan As-sunnah. Dan ini merupakan dasar dari sebuah pendekatan. Berbanding terbalik dengan keadaan dibarat karena landasan itu didasarkan pemikiran dari seorang ahli, hasil penelitian, bahkan lainnya.  Dalam proses ngajar mengajar pendekatan filosofis sumber dari Al-Qur'an telah banyak memberikan penjelasan berupa hal atau peristiwa  kecil maupun peristiwa besar. Seperti pengajaran yang bisa diterapkan adalah bagaimana proses terjadinya manusia, Bagaimana kejadian alam semesta,  tumbuhan,  binatang dan makhluk hidup lainnya. Dan terjadilah interaksi antar pendidik dam peserta didik dan ini juga bertujuan agar peserta didik dapat mengoptimalkan pemikirannya sehingga nantinya peserta didik akan terbiasa berfikir secara kritis dan bisa memanfaatkannya sepanjang waktu jika telah terbiasa. 
Pendekatan induksi-dedukasi , terbagi menjadi dua bahasa mari kita bahas induksi terlebih dahulu. Induksi adalah suatu pendekatan yang menentukan kaidah umum berdasarkan kaidah-kaidah khusus. Sedangkan dedukasi adalah perbandingan terbalik dengan induksi yaitu pendekatan yang cara berfikir analisa ilmiah yang bergerak dari hal yang bersifat umum ke hal-hal yang bersifat khusus. Pendekatan deduksi ini paling banyak dipakai dalam logika klasik Aristoteles yaitu dalam bentuk sylogisme yang menarik simpulan.  Tujuan dari pendekatan ini adalah untuk membuat peserta didik bisa mengambil simpulan bukan hanya secara umum tapi juga secara khusus. 

  • Ketiga,  pendekatan sosio-kultural,  pendekatan ini berpusat pada pandangan bahwasanya manusia itu adalah makhluk sosial yang beragam kebudayaannya. Seperti yang kita ketahui manusia tidak bisa hidul sendirian karena manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup sendirian dan membutuhkan bantuan manusia lainnya. Nah pendekatan ini bisa dibilang telat untuk peserta didik untuk meningkatkan sifat kebersamaannya dengan yang lain bahkan juga dengan lingkungan. 
  • Keempat ada pendekatan fungsional. Tentunya dilihat dari sisi fungsinya, yaitu kaitannya dengan pendidikan Islam adalah “penyajian materi pendidikan Islam dengan penekanan pada segi kemanfaatannya bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari”.
  • Terakhir,  pendekatan emosional yang merupakan bagian penting dalam sisi pembelajaran sebab dengan adanya rasa emosional akan memberikan sentuhan rohani kepada peserta didik yang akan berpengaruh dan memacu rasa semangat dalam belajar maupun dalam beribadah. Dapat dipastikan bahwa ketika kita memiliki emosi dan emosi itu  selalu berhubungan dengan perasaan, jika disentuh perasaannya, secara tak langsung emosinya juga akan tersentuh. 

Saya ingin berbagi sedikit pengalaman tentang pendekatan emosional ini. Dulu ketika saya masih berada dibangku SMA alhamdulillah saya mengikuti salah satu organisasi sekolah yang dikenal dengan Rohis (Rohani Islami). Kemudian setelah ikut gabung dengan peserta lainnya ternyata dirohis tersebut memiliki agenda khusus tahunan. Apakah itu? Yaa.. Agenda tahunan itu bernama " Takafur Alam" yang banyak sekali menarik minat para siswa-siswi disekolah tersebut.  Merasa orang yang sangat beruntung dapat bergabung dalam rohis saya bersama teman memutuskan untuk join . Awalnya kami tidak tahu kalau tujuan kami dipesisir pantai dan saya mengira ini hanya liburan semata. Ternyata perkiraan itu berbanding terbalik dengan kenyataannya. Dalam kegiatan 3 hari 2 malam tersebut kami disungguhkan dengan pemandangan pantai, bukit serta lautan yang begitu luas dan itu membuat saya kepikiran betapa besarnya kuasa-mu Ya Rabb.. 

Pengalaman pertama kali yang berkesan ketika kami melakukan sholat berjamaah ditepi pantai. Dengan cuaca yang medukung ditambah angin yang sepai-sepoi diiringi dengan suara gelombang yang kecil membuat saya terharu dan menangis, sadar betapa nikmatnya beribadah dihadapan Allah dengan beradai dialam yang terbuka. Terlebih lagi kami juga sempat menaiki bukit dan kebetulan waktu itu masih tengah malam. Terbayang masih gelap gulita menaiki bukit tapi ketika berada disana semua rasa itu terbalaskan. Sesampainya kami hampir berada dipuncak bertepatan dengan waktu subuh. Dan kami memutuskan melaksanakan sholat subuh disana dan lagi kami terharu akan Kuasa Allah yang begitu luar biasa dan perasaan ini sungguh sangat menyentuh sehingga secara tidak langsung rasa emosional dalam keadaan itu hadir. Ditambah lagi ceramah yang diberikan oleh para mentor dan senior membuat keadaan menjadi semakin emosional. Banyak hal yang bisa diambil dari pengalaman tersebut yang tetap saya ingat adalah semua makhluk menyembah Allah dan kita sebagai makhluk yang diciptakan dalam keadaan yang sempurna dibandingkan yang lain, apakah masih bisa meninggalkan kewajiban shalat padahal manusia yang telah meninggal saja ingin dihidupkan kembali agar bisa menyembah/sujud kepada Allah. Sungguh pembelajaran ini sangat berharga teringat dengan pendekatan emosional tersebut dengan memanfaatkan keadaan secara tak langsung membuahkan sebuatmh emosional rohani yang membuat kita sadar dan memacu diri agar menjadi hamba yang bertakwa.

Jenis Metode Pendidikan

Dalam dunia barat banyak sekali metode yang berkembang seperti metode ceramah, tanya jawab, diskusi, sosio drama, bermain peran, pemberian tugas dan sebagainya. Langsung saja kita kependapat para ahli,  salah satunya dari Abdurrahman Saleh Abdullah (2005:205-220) yang mengemukakan beberapa metode pendidikan, yaitu:

  • Metode cerita atau berceramah,  seperti yang kita ketahui metode ini sering sekali dijadikan cara efektif yang dilakukan pendidik untuk menyampaikan pesan dalam suatu pembelajaran. Dengan cara penyampaian melalui lisan yang bisa berupa penjelasan, rangkuman bahkan sampai kisah peristiwa penting.  Menurut saya tujuan dari metode ini adalah terjadinya timbal balik (feedback)  antara pendidik dan peserta didik dikarenakan proses mengajar yang terjadi secara langsung. Terlebih bagi peserta didik yang dominan memiliki pemahaman dalam suatu pembelajaran melalui indra pendengaran, dalam teori The Cone Of Learning  kemampuan mendengar memiliki persentase 20%. Bisa jadi peserta didik lebih paham jika dijelaskan secara langsung daripada membaca suatu materi yang hanya 10% persentase pemahamannya dan menjadikan ini termasuk salah satu metode yang efektif.
  • Metode  Diskusi, yaitu suatu sistem pembelajaran yang dilakukan dengan cara berdiskusi. Dalam metode ini pertanyaan yang diberikan mengandung suatu masalah atau berupa pertanyaan dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan sekedar jawaban belaka bahkan dalam diskusi tak jarang terjadi debat antara si penanya dan sipenjawab.
  • Metode Tanya jawab dan Dialog, yaitu penyampaian pembelajaran yaitu dengan pendidik mengajukan suatu pertanyaan dan peserta didik menjawabnya atau berdialog dengan cara saling bertukar fikiran. 
  • Metode Perumpamaan atau Metafora. Yaitu suatu penjelasan yang bersifat abstrak dan dijelaskan berupa contoh ataupun gambaran yang jelas sehingga peserta didik bisa memahami dengan jelas maksud dari suatu perumpamaan tersebut. 
  • Metode hukuman atau ganjaran, metode terakhir ini sebenarnya memiliki efek yang memberikan sisi baik dan buruknya. Efek baiknya dari adanya hukuman ini adalah adanya rasa jera kepada peserta didik sehingga mereka tidak mau melakukan kesalahan lagi.  Sedangkan efek buruknya bisa saja memberikan efek takut bahkan trauma. Yang harus diperhatikan dalam metode ini adalah hukuman adalah metode kuratif artinya tujuan hukuman untuk memperbaiki peserta didik dan bukan untuk balas dendam, hukuman digunakan apabila metode yang lainnya telah diterapkan tapi tidak berhasil, sebelum dijatuhi hukuman peserta didik hendaknya diberi kesempatan untuk memperbaiki dirinya, hukuman yang dijatuhkan kepada peserta didik, hendaknya dapat dimengerti oleh peserta didik, sehingga ia sadar akan kesalahannya.

Sedangkan menurut teori dibarat saya mengambil dari penjelasan Froebel melalui aliran pendidikannya “Froebelianisme” menyatakan metode pendidikan yang terdiri atas lima langkah formal dalam pendidikan, yaitu: 

  • Pengarahan kegiatan sendiri.
  • Permainan sebagai pernyataan diri       (self expression).
  •  Menggambar
  • Ritme dan kegiatan-kegiatan  yang bersifat penghalusan. 

Sekian laporan bacaan saya semoga yang melihat dan membacanya mendapatkan manfaat serta berkah.  Sekian dari saya Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

Senin, 12 April 2021

Laporan Bacaan : Full Day School dalam Sistem Pendidikan (Magang 1)

Nama : Assya Nurlansa 

NIM : (11901178)

Prodi/kelas : PAI 4B


Assalamua'laikum Warahmatullahi Wabarakatuh ...

Haloo apa kabar?

Senang sekali pada kesempatan kali ini kita bisa bertemu lagi, saya berharap kita dalam keadaan  sehat wal'afiat serta dengan suasana hati yang damai dan berbahagia.

Baiklah langsung saja,  Pada kali ini saya akan mengungkit perihal yang dulunya sempat kontroversi terkait perihal "Fullday school". Sudah tak asing bukan dengan kata Fullday scholl ini, apa yang terpikirkan oleh teman-teman  setelah mendengar kata fullday school ini? Bahkan salah satu dari kita ada yang pernah melalui masa ini dan yang pastinya menuai berbagai macam pendapat serta argumen bukan... 

Nah kebetulan bacaan minggu ini, berupa artikel yang bertema "Full Day School dalam Sistem Pendidikan Indonesia" yang dilansir oleh Center for Indonesian Policy Analysis.

Untuk lebih jelasnya lagi kalian bisa lihat disitusnya langsung ya teman  https://cipa.or.id/full-day-school-dalam-sistem-pendidikan-indonesia/ 

Singkatnya saja artikel ini berisi tentang keadaan sistem pendidikan di Indonesia terlebih dengan hadirnya suatu wacana yang diungkapkan yang dulunya sempat menjabat sebagai Menteri Pendidikan  yaitu bapak Muhadjir Effendi. 

Seperti yang kita ketahui Full day school dapat diartikan dimana siswa-siswi melakukan kegiatan pembelajaran yang dilakukan seharian penuh yaitu sekitar dari jam 07.00- 16.00. Artikel ini juga membahas tentang permasalahan yang sempat dihadapi dalam sistem pendidikan itu sendiri.  Setiap keputusan pastinya memiliki konsekuensi dan terdapat dampak positif dan negatifnya. Tetapi, walaupun sekarang sudah terlaksanakannya masih saja kita teringat akan perubahan waktu jam belajar dulu VS sekarang. 

Dengan hadirnya suatu kebijakan full day school di Indonesia sebenarnya kebijakan ini jauh sebelumnya telah lama diterapkan oleh bangsa barat terlebih mereka termasuk negara maju. Negara itu antara lain, yang pertama ada Singapura negara yang termasuk dalam kawasan Asia Tenggara terlebih lagi luas negara ini sangatlah kecil jika diumpamakan luas negara tersebut kurang lebih seperti pulau Bali.

Kecil bukan dibanding negara kita. Ets... Jangan remehkan walaupun negara yang kecil tetapi negara mereka sangatlah unggul dalam melaksanakan kebijakan full day school. Yang membuat anak-anak disana menjadi lebih kompeten dalam belajar. Kedua,  ada negara Amerika Serikat, Negara yang biasa disapa negara paman sam ini juga sangat memproritaskan pendidikan yang sesuai dengan minat dan bakat anak dengan ini sasaran anak menjadi lebih jelas kedepannya maka akan mempermudah anak dalam mempelajari hal yang digemarinya. Ketiga ada negara Korea Selatan yang terkenal dengan sebutan negara ginseng dan genre musik K-pop yang begitu mendunia akan tetapi mereka juga sangat memperhatikan sistem pendidikannya. Selain itu ada juga negara China, Jepang, Taiwan yang lebih menekankan sistem belajar yang bisa dibilang work hard atau lebih menekankan dalam hal pendidikan. Selain belajar pada tingkat masing-masing serta jam pelajaran mereka juga disesuaikan tingkatannya, terlebih belum lagi ditambah dengan jadwal pelajaran tambahan dari sekolah ataupun les privat yang dilakukan setelah pulang dari sekolah belum lagi bagi siswa  yang mengikuti kegiatan ekstra kurikuler. Yaa.. bisa dibilang sama seperti di Indonesia akan tetapi saya rasa dulunya masih sulit untuk beradaptasi dengan kebijakan yang belum lama ini. 

Mengingat tujuan pendidikan sekolah formal yang lebih menetapkan keputusan diakhir bisa dibilang lebih fokus kepenilaian ujian akhir semester yang nantinya akan menjadi penentu nilai kita nantinya. Seperti yang kita alami dari SD-SMA adanya ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan umum,  UTBK untuk anak SMA.

Nah ada juga nih..  sistem yang telah lama dianut oleh sekolah mana pun.

Apakah itu?  

Yups.. rangking ataupun peringkat dan inilah yang akan menjadi patokan seorang siswa. Hal ini yang bisa dilihat dan diukur secara jelas dari kemampuan masing-masing. Efek positifnya memang memacu  anak untuk giat belajar agar mendapatkan hasil terbaik dan terutama jika seorang anak itu berniat untuk membuktikan kepada orangtuanya agar hadir dengan rasa bangga. Terlebih jika anak itu dijanjikan akan mendapat imbalan/hadiah maka sang anak pasti dengan sangat gigih untuk mencapai tujuan tersebut. 

Berbanding terbalik dengan Negara barat mereka tak menganut sistem ranking karena tujuan sebenarnya adalah benar-benar mengkaji suatu pelajaran bukan terfokus akan persaingan dalam mendapatkan nilai yang lebih tinggi takutnya dengan adanya rasa terlalu ambisius yang bisa mendapat efek buruk pada siswa jika tak dapat menyesuaikan dengan kemampuannya dengan siswa yang lainnya yang bisa berakibat fatal seperti dibawah tekanan atau stress.

Kembali lagi pada bahasan sistem pendidikan di Indonesia yang belum sepenuhnya stabil mengingat negara Indonesia adalah termasuk dalam list nomor ke-4 dengan negara terpadat didunia dengan populasi penduduk Indonesia mencapai sekitar 200an jt penduduk yang sangat memungkinkan muncul masalah internal ditambah lagi masalah yang dulunya belum sempat terselesaikan. Banyak sekali hal yang seharusnya dapat diprorioritaskan seperti dengan dihadirkannya pemerataan kebutuhan sarana dan prasarana disekolah yang berada dijangkauan jauh seperti di desa bahkan diplosok negri.

Menurut saya memang sulit bagi pemerintah untuk mengoptimalkan kinerja dalam hal pendidikan dengan rintangan yang begitu terjal ditambah lagi dengan adanya kebijakan full day school membuat sekolah akan menjadi beban baik kepada guru ataupun murid, dan kini kita hanya bisa menyesuaikan dengan keadaan dan waktu secara bersamaan. 

Setelah membahas sistem pendidikan di Indonesia yang menerapkan sistem full day school,  kali ini masih dengan bahasan yang sama ya teman..cuman ini hanya sedikit opini dalam mengkaji kembali penerapan kebijakan full day school  yang dilansir oleh Akuratnews.com dan untuk lebih jelasnya kalian bisa liat disitusnya langsung ya teman https://akuratnews.com/mengkaji-kembali-penerapan-kebijakan-full-day-school/ 

ini juga menyangkut  perihal dari beberapa perwakilan yang memberikan sudut pandangan mereka masing-masing terkait kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini.

Pada laman blog kali ini saya juga akan memberikan sedikit tanggapan tentang penerapan kebijakan full day school.

Seperti yang kita ketahui dalam penerapan kebijakan full day school tak sedikit dari kita yang pernah mengalami kebijakan fullday. Bahkan saya pribadi hampir mengalami hal tersebut tapi untungnya pada masa sekolah saya dulu belum sepenuhnya dilaksanakan sebab masih terkendala waktu dan perlunya pertimbangan yang matang oleh pihak sekolah. 

Mengingat menurut peraturan  Menteri nomor 23 tahun 2017 yang menjelaskan bahwa pada hari sekolah dilaksanakan 8 jam dalam 1  hari atau 40 jam selama 5 hari dalam 1 minggu.

Wah.. padat yaa teman tapi memang seperti itulah gambarannya.

Terbayang bagaimana aktivitas belajar seperti apa yang kita lakukan dengan waktu yang begitu lama, apakah kita bisa fokus selama 8 jam tersebut?  Dapatkah kita menerima setiap penjelasan yang guru berikan kepada kita? Dan yang terpenting apakah efektif jika ini dilakukan? Serta dampak apa saja yang dialami oleh siswa setelah melaksanakan kegiatan full day school ini.  

Mungkin akan lebih banyak lagi pertanyaan yang dilontarkan dengan membahas full day school ini.  Terlebih dari sudut pandang yang kita lihat dari salah satunya yaitu menurut Ketua Umum PKB Muhamin Iskandar, yang menolak adanya kebijakan full day school ini yang mana beliau berpendapat ini sangat mempengaruhi kegiatan Madrasah dan Pondok  Pesantren. 

Seperti yang kita ketahui kegiatan dipondok pesantren amatlah padat dan kegiatan ini start dari subuh sampai dimalam hari. Yaa mungkin sama dengan anak sekolah yang diluar tetapi ada perbedaan yang sangat tampak bagi anak pesantren sebab jadwal mereka tidak hanya belajar ilmu umum tapi juga dengan ilmu agama, terlebih lagi ada jam tambahan dalam mendalami ilmu agama. Dan belum lagi ada hal-hal lainnya. Saya paham betul dengan keadaan maupun jadwal dipondok pesantren bukan karena apa sebab saya dulu pernah mondok walau hanya 3 tahun dan tepatnya saat itu  saya berada di Madrasah Tsamawiyah (MTS). Dulu saja jam sekolah dimulai dari pukul 07.00- 14.00 bahkan jika dihari besar lebih tepatnya dihari jum'at bisa saja pulang pukul 15.00. Hampir mirip bukan dengan schedule kebijakan full day school.

 Mungkin ada alasan tertentu makanya pak Muhamin berargumen seperti itu jelas saya juga setuju yang mana jadwal harian santri yang harusnya telah disesuaikan jika ada kendala maka akan berpengaruh pada kegiatan selanjutnya yang mana seharusnya aktivitas disekolah tak sepenuhnya mendominasi harian mereka. Terutama pada anak santri dikhawatirkan kedepannya akan berefek dan  tidak dapat menyesuaikn diri, selain menguras waktu, tenaga dan pikiran ini juga akan berpengaruh pada psikis anak. Terlebih lagi jika belajar dalam jangka waktu yang lama akan berdampak dari segi psikologi anak dan alhasil belajar menjadi tidak efektif. 

Mengingat pandangan Neurosains. 

Sekedar info nih teman, terkait Neurosains. Apakah kalian pernah mendengar kata Neurosains ini?  Bagi kalian yang baru mendengar kata Neurosains mungkin agak sedikit asing terdengar tapi asal kalian tahu teman Neurosains adalah ilmu yang mempelajari terkait fungsi sistem saraf. Yang mencakup beberapa fungsi,  perkembangan, genetika dan lainnya.  

Nah maka dari itu, tidak memungkiri terjadinya kelelahan yang dialami oleh siswa belum lagi rasa jenuh yang mudah menghampiri yang membuat aktivitas belajar akan terhambat dan bukannya mendapat ilmu tambahan tapi hanya rasa lelah yang tersisa.  Mendapatkan waktu jam belajar yang tepat akan mempengaruhi kinerja otak anak sehingga dapat memudahkan anak untuk memahami suatu pelajaran. Ditambah dengan siswa yang bisa memanfaatkan waktu dengan baik akan mengoptimalkan pelajaran yang bisa dikembangkan dengan baik kedepannya. 

Disisi lain full day school memiliki trobosan yang besar seperti negara maju yang telah lama menerapkan sistem ini dan bisa menumbuh kembangkan serta terciptanya sumber daya manusia yang berkarakter dimasa mendatang. Bisa jadi negara Indonesia perlahan kedepannya bisa berubah yang dari negara berkembang menjadi negara maju Aamiin... kita doakan bersama ya teman yang terbaik untuk negri tercinta. Dan menurut saya semua kebijakan pastinya memiliki tujuan tertentu dan sisi positif  negatif tergantung pada bagaimana kita bisa menghadapinya dengan situasi dan kondisi yang mendukung juga berpengaruh untuk menentukan jalannya sebuah perubahan. Yang terpenting kesinkronan juga perlu diperhatikan mengingat sarana dan prasarana masih ada yang belum memadai  terlebih terkait dalam kebijakan full day school dengan sarana prasarana yang memadai bisa saja memanimalisir sedikit permasalahan yang dihadapi dengan kegiatan yang full seharian disekolah akan memungkinkan murid senang bisa berada disekolahan. 

Sekian bahasan kali ini maaf jika ada salah kata atau typo harap dimaklumi saya akan berusaha untuk lebih baik kedepannya.

Sekian... Terimakasih untuk kali ini karena sudah mampir diblog saya. Tetap jaga kesehatan dan selalu tersenyum. 

Salam dari saya Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh 

  NAMA             :   Assya Nurlansa NIM                 : 11901178 KELAS            : PAI 4 B MAKUL          : Magang 1 (Laporan Bacaan/p1...